Sabtu, 04 Mei 2013

MALAM PERTAMA BERSAMA SANG KEKASIH


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim
Satu hal sebagai bahan renungan kita
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu mempelai sangat dimanjakan
Mandipun harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka
Tak ada sehelai benangpun menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih


Itulah sosok kita
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu jarang orang memakainya
Karena bermerk sangat terkenal bernama kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita
Bagian kepala, badan, dan kaki diikatkan

Tataplah, tataplah, itulah wajah kita

Keranda pelaminan langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin
Berwalikan liang lahat
Saksi-saksinya nisan-nisan yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya tiba masa pengantin
Menunggu dan ditinggal sendirian
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah
Dan ketika tujuh langkah tlah pergi
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat

Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur
Kita tak tahu dan tak seorangpun yang tahu

Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata
Seolah barang berharga yang sangat mahal

Dan Dia Kekasih itu
Menetapkanmu ke syurga
Atau melemparkan dirimu ke neraka jahanamNya

Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga
Tapi sudah pantaskah sikap kita selama ini
Untuk disebut sebagai ahli syurga..?????